Sepuluh Kota Yang Membangun Kembali Sungainya

Sebagaimana teknologi dan infrastruktur telah berkembang di masa ini, sungai sudah dianggap tidak penting lagi dan cenderung terlupakan. Berikut sepuluh kota yang telah membangun kembali sungai sebagai bagian dari kota tersebut :

1. Seoul, Korea Selatan – Cheonggyecheon River Project oleh SeoAhn Total Landscape, selesai pada tahun 2005

Cheonggyecheon-Still waterSebelum menjadi ruang publik pada tahun 2005, Sungai Cheongycheon merupakan sebuah sungai yang kotor, penuh polusi dan dikelilingi oleh bangunan-bangunan tinggi. Pembangunan kembali sungai sepanjang 11 kilometer tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas sungai itu sendiri, namun juga memberikan cara bagaimana masyarakat berinteraksi dengan sungai tersebut.

Pada pinggiran sungai dibangun pedestrian walk dengan berbagai aktivitas diatasnya. Perbedaan ketinggian muka air sungai sepanjang tahun pun diperhatikan, selain itu sungai ini dapat disimbolkan sebagai harapan untuk penyatuan Korea Utara dan Korea Selatan di masa depan.

2. Ljubljana, Slovenia, – proyek regenerasi Sungai Ljubljanica, oleh BB arhitekti, Atelier arhitekti, Urbi, Atelje Vozlič, Dans arhitekti, Trije arhitekti and Boris Podrecca. , selesai pada tahun 2011

ljubljanaPada awal abad ke 20, pinggiran Sungai Ljubljanica telah mengalami penurunan kualitas akibat infrastruktur yang telah dimakan usia. Sungai ini mengalir langsung menuju pusat kota tua dan penurunan kualitas sungai tersebut mulai memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sekitarnya.

Menyadari resiko tersebut, dewan kota menginvestasikan 20 juta Euro untuk merevitalisasi Sungai Ljubljanica serta membangkitkan kembali manfaat yang telah lama dilupakan dari sungai itu. Hasilnya pusat kota dihidupkan kembali, tambahan ruang publik di tepi sungai, dan mampu mengurangi kecenderungan timbulnya urban sprawl.

3. Madrid, Spanyol, Sungai Manzanares, RIO Madrid project oleh West 8, selesai pada tahun 2011

madrid-rc3adoSebelum selesai pada tahun 2011, Sungai Manzanares diapit oleh jalan tol pada kedua sisinya. Akses menuju sungai ampir tidak mungkin dan kepentingannya dikorbankan demi kepentingan kendaraan bermotor.

Proyek ini bernilai 280 juta Euro untuk menutup jalan tol, membangun ruang publik, taman, jembatan, sebagai bagian membangun kembali citra sungai serta membangun sebuah koneksi dengan kota itu sendiri. Hal ini terbukti meningkatkan kualitas hidup pada area di sekeliling sungai tersebut, bahkan menjadi daya tarik bagi masyarakat Kota Madrid.

4. Paris – transformasi tepi Sungai Seine – “Berges de seine”

5724-LES-BERGES-DE-SEINEParis merupakan salah satu kota terpadat dengan banyak cagar budaya yang dilindungi oleh UNESCO pada tepian Sungai Seine. Pada tahun 1960-an, tepian Sungai Seine diperuntukkan eksklusif bagi mobil. Hingga pada tahun 2001, pemerintah kota memutuskan sebuah cara untuk menarik penduduk Kota Paris kembali beraktivitas dekat dengan sungai seperti masa lalu.

Langkah pertama dengan membuat jalur tertutup di sepanjang pinggiran Sungai Seines dan merubahnya menjadi ruang publik dalam waktu satu bulan. Seiring berjalannya waktu, proyek ini berjalan dengan baik, hingga di tahun 2012 pemerintah kota menutup area yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor untuk dijadikan ruang publik permanen. Dengan demikian warga kota Paris dapat berinteraksi dengan sungainya dan menambah nilai dari cagar budaya yang ada disana.

5. Sungai Tanghe, Kota Qinhuangdao, Provinsi Hebei, China, The Red Ribbon Park oleh Turenscape, selesai pada tahun 2008

tangheDalam proyek ini, tepian sungai tidak berubah akibat industri melainkan dilestarikan dari pertumbuhan pesat pembangunan perkotaan dan memberikan kehidupan baru dengan campur tangan yang sangat sedikit. Pembuatan The Red Ribbon Park tiba tepat waktu untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan ruang publik.

Awalnya merupakan sebuah area lingkungan alam yang sangat kaya meskipun tidak dapat diakses dan berbahaya jika dimanfaatkan untuk rekreasi. Bahkan sempat dijadikan area pembuangan sampah.

Sejak selesai pada tahun 2008 penduduk sekitar taman telah berpindah dan penduduk memiliki tuntutan yang lebih tinggi akan pemeliharaan kualitas lingkungan alam . The Red Ribbon Park merespon dengan baik tuntutan alam dan masyarakat untuk memberikan tempat bagi mereka sehingga dapat berinteraksi dengan aman.

6. Lyon, Prancis – Sungai Rhone redevelopment project, oleh In Situ Architectes Paysagistes, selesai pada tahun 2007

rhoneSejarah Rhone River mirip dengan Sungai Bordeaux Garonne, dikuasai oleh industri mobil dan pelabuhan di masa lalu. Pada tahun 2003, dewan kota meluncurkan sayembara untuk mencari cara membuat tempat di sepanjang sungai yang dapat menarik orang lebih dekat dengan alam dan berhubungan dengan sungai serta menjadi tempat berkumpul yang menawarkan berbagai kegiatan. In situ Architectes Paysagistes mengembangkan sebuah usulan untuk pembangunan kembali ruang parkir dan jalan tol sepanjang lima kilometer ke dalam sebuah lanskap mewah yang mengintegrasikan berbagai kegiatan selama ini.

Proyek ini selesai pada 2007 dan langsung menjadi tempat favorit bagi penduduk Lyon serta mampu menghubungkan kota ke sungai dan menciptakan hubungan baru dengan Sungai Rhone.

7. Bordeaux, Prancis – restorasi tepian sungai sebelah kiri dari Sungai Garonne oleh Michel Courajoud, selesai pada tahun 2009

garonneSeperti banyak dari kota-kota dalam daftar ini, tepi Sungai Garonne Bordeaux sebelumnya dikhususkan untuk industri. Di tepi sungai sebelah kiri Sungai Garonne pada tahun 1700-an, “Port de la Lune ” terletak bersama-sama sepanjang 4,5 kilometer berdekatan dengan industri di sepanjang sungai tepat di sebelah pusat kota. Pada awal abad ke 20, kegiatan industri ditinggalkan dan dialihfungsikan sebagai tempat parkir.

Pada tahun 2005 daerah bekas industri ini tidak memiliki rasa ruang atau makna. Pemerintah kota melihat potensi untuk mengubahnya menjadi ruang publik yang vital untuk menjadikan sungai kembali ke kota dan orang-orang kembali ke sungai. Inti dari proyek ini adalah pertama pembangunan trem dalam rangka untuk menyediakan lebih banyak ruang bagi pejalan kaki di sepanjang tepian sungai. Setelah hal itu dicapai, Walikota Bordeaux ingin membuat koneksi dari sungai ke lingkungan yang berdekatan serta tepian seberang dari sungai. Dia memilih proposal dari Michel Courajoud yang bertujuan untuk menjaga citra pelabuhan pada rancangan desain baru yang dicapai dengan menjaga unsur pelabuhan tua ke dalam desain tersebut. Detail proyek dapat dilihat disini.

8. Moscow, Russia – Moskva riverfront regeneration project oleh Project Meganom consortium 2015

Dalam pencarian untuk memberikan kualitas hidup yang lebih baik, Moskow mulai mengikuti contoh kota-kota lain dalam menemukan kembali nilai tambah sungai sebagai bagian dari ruang publik kota. Langkah pertama mencapai hal itu adalah dengan memperkenalkan kembali sungai sebagai ruang publik. Langkah selanjutnya adalah membawa kehidupan Moskow ke sungai disesuaikan dengan proyek pemenang kompetisi internasional 2015. Meganom Proyek konsorsium mengusulkan program untuk regenerasi seluruh sungai di Greater Moskow dalam rangka menciptakan jalur hijau bagi masa depan ibukota. Proyek ini terdiri dari penciptaan ruang publik sepanjang sungai, pengembangan pariwisata dan transportasi air melalui lokasi pelabuhan yang menghubungkan ke permukiman.

9. Singapore, Sungai Kallang – Bishan Park oleh Atelier Dreiseitl, selesai pada tahun 2012

kallangProyek untuk mengubah taman Sungai Kallang muncul dari keharusan untuk menemukan kapasitas daya tampung yang lebih besar dari Sungai Kallang yang disalurkan tetapi juga dari inisiatif kota untuk memperkaya fungsi drainase kanal. Proyek ini merupakan bagian dari ” ABC Water ” – yang berarti dari Active, Beauty, Clean Water, bertujuan untuk menciptakan ruang pertemuan komunitas dinamis serta menampung fungsi drainase sungai pada waktu yang sama.

10. New York, Muara Sungai Hudson – Rebuild by Design, the Dryline (BIG U), by BIG, dalam proses pembangunan

Alasan bagi New York untuk memikirkan kembali hubungan dengan muara Sungai Hudson didasari oleh tidak hanya kebutuhan untuk ruang publik dan jarak yang dekat dengan perairan, tetapi juga efek perubahan iklim yang sangat dirasakan karena badai Sandy. Tim desain BIG memenangkan kompetisi internasional pada tahun 2014 dalam mencari solusi tangguh untuk melindungi New York dari risiko meningkatnya banjir akibat perubahan iklim.

Proposal mereka adalah kombinasi yang menakjubkan dari proyek yang disebutkan di atas, tetapi dengan tambahan akan perlindungan banjir. Solusi mereka menggabungkan 12 kilometer ” infrastruktur sosial ” untuk menciptakan ruang untuk kegiatan serta ruang publik yang dekat dengan sungai yang dirancang sebagai dinding perlindungan banjir ganda untuk bencana di masa depan.

(sumber)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s