Eid Mubarak 1437 H

IMG-20160706-WA0025

Advertisements

Urban Planner : Ilmu, Perspektif, dan Prospektif

Planologi atau Urban Planning saat ini masih menjadi jurusan/program studi yang belum terlalu familiar dan populer di masyarakat. Perlu disadari bahwa lulusan dari disiplin keilmuan tersebut, yaitu Planolog/Urban Planner merupakan keahlian yang sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan wilayah. Urban Planner tidak hanya menjadi leader namun juga advocat, fasilitator, konseptor bagi berjalannya pembangunan yangmultisektor dengan berbagai kepentingan dan kebutuhan.Tapi bagi masyarakat yang mengetahui, disiplin ilmu ini dipandang kurang prospektif, Apakah benar? Pada kesempatan ini, Tim Alumnipedia melakukan wawancara dengan salah seorang alumni Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK-red) Universitas Sebelas Maret, Nindya Ayu Wardhani, tentang eksistensi Urban Planner serta pengalaman non-keilmuannya yang diperoleh diperoleh saat mendalami bidang keahlian Planologi.

Alumnipedia (A) : Hallo Nindya … Apa Kabar? Ngga kerasa sudah lima tahun lulus kuliah. Boleh dong dibagi pengalamannya dari awal memilih PWK sampai dengan pengalaman bekerja?

Nindya (N) : Halloo juga.. Alhamdulillah baik. Boleh banget. Sebenarnya, awalnya berfikir untuk masuk ke PWK karena pada tahun 2007 PWK adalah jurusan baru yang pastinya peluang untuk diterima lebih besar (hehehe). Selebihnya semakin lama berkecimpung di perkuliahan PWK semua hal menjadi sangat menarik dan menyenangkan. Karena kita belajar memahami suatu hal dari berbagai sisi dan pasti membayangkan perkuliahan diisi dengan survey, jalan-jalan, melihat sesuatu yang baru, merencanakan dan merancang sesuatu.

Waktu sekolah di doktrin orang tua harus jadi dokter, tapi sebenernya kepengen bisa jadi desainer atau bekerja di dunia kreatif, menghasilkan barang-barang yang unik. Jadi, dari awal tidak pernah terpikir menggeluti PWK, baru terfikir betapa menyenangkannya dunia “perencanaan” setelah masuk di PWK UNS.

A : Wah begitu ya, sepertinya hal tersebut adalah realita dari mayoritas mahasiswa yang memilih disiplin ilmu PWK ya? Hahaha … Lalu apa yang dibayangkan pertama kali saat diterima di PWK UNS?

N : Ga bayangin apa-apa. Cuma terlintas sedikit soal stigma anak teknik yang susah lulus dan kuliah yang membosankan. Dan ternyata, diawal semester iya. Kuliah sangat membosankan karena berkutat dengan teori, bacaan yang sepertinya harus saya hafal (karena saya tidak begitu suka menghafal). Semakin naik semester kegiatan perkuliahan banyak diisi dengan tugas, kerja tim, survey yang menyenangkan, diskusi-diskusi dengan teman, dosen dan lembur yang capek banget tapi seru, pengalaman luar biasa yang melatih mental, fisik kita buat di dunia kerja. Oiya jangan lupa juga edisi nongkrong lucu di kanopi. Hehehe.

A : Setuju banget, kanopi Gedung II menjadi tempat yang nyaman untuk nongkrong dan jajan. Hehehe … jadi nggak menyesal dong masuk di PWK?

N : ENGGAAAAAAKKK!!! Saya selalu bersyukur masuk PWK karena bisa bertemu dengan dosen, teman yang menyenangkan, ilmu dan pengalaman yang gabisa dilupain. Belajar memahami sesuatu ga cuma dari satu sudut pandang, jadi tidak membuat kita egois dalam berfikir, bekerja dan hidup sosial itu pelajaran berharga yang saya dapat di PWK.

A : Nah, sejak 2011 (lulus) hingga sekarang, pengalaman berharga apa yang Nindya peroleh dengan keilmuan di bidang PWK?

N : Saat pertama lulus dari PWK bayangan pertama saya adalah kerja di konsultan tata ruang, menikmati ngerjain “stuko” (Studio Kota-red) atau “stuwil” (Studio Wilayah-red) tapi dibayar. Hahaha … Dan benar saja, setelah lulus saya menikmati dunia planologi di sebuah konsultan di Magelang. Dan, disitu saya berpikir mungkin tidak bisa lagi se-idealis yang saya bayangkan ketika kuliah, dimana kita bisa menata kota se-perfect mungkin seperti waktu mengerjakan stuko atau stuwil, ilmu planologi menghadapi lebih banyak tantangan dari sekedar yang dibayangkan di kuliah, khusunya birokrasi. Tapi pada dasarnya tetap sama Planologi adalah ilmu memahami kota dari segala sudut pandang keilmuan dan aspek. Planner tetep punya kedudukan yang penting, karena dari otak planner tersusun rencana kerja, perencanaan fisik dan program yang menjadi dasar bagi pemangku kegiatan lain.

A : Untuk implementasi ilmu PWK ternyata banyak tantangan juga ya … saya juga menyadari disaat lulus kuliah adalah studio yang sebenarnya. Karena praktek di lapangan lebih dinamis. Dengan kondisi begitu apakah tetap mantap untuk menggeluti dunia PWK?

N : Dari awal prioritas saya dalam mencari kerja memang yang berhubungan dengan PWK, karena pengennya bisa lanjut sekolah S2 dibidang planologi juga dan lanjut jadi dosen. Jadi pengalaman kerja di konsultan bisa dijadikan bekal dalam mengajar. Sekarang saya bekerja tidak berkaitan dengan “Planologi” , lebih banyak berkutat dengan legal drafting dan ilmu pemerintahan walaupun dulu mendaftar PNS untuk formasi Planologi (Batas Antar Daerah). Saya saat ini diamanahi untuk bertugas di Subdit Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat. Dari namanya udah ga ada bau-bau planologinya kan ya? Hehehe …

Kerjaan sehari-hari lebih berkaitan dengan ilmu pemerintahan, birokrasi, regulasi dll. Tapi sekali lagi, keuntungan kuliah PWK adalah kita bisa belajar berbagai dasar ilmu. Dimanapun dan apapun pekerjaan kita sedikit ilmu dikuliahan pasti masih ada yang bisa dimanfaatkan, ga ada ilmu yang sia-sia. Seperti ilmu perencanaan kepakai sekali waktu nyusun program tahunan, RKA, RAB. Mata kuliah yang dulu diajar Bu Murtanti soal FGD (lupa nama mata kuliahnya hehe) berguna juga pas kita mau ngadain rapat, gimana bikin materi menarik buat peserta, bagaimana cara menjaring aspirasi yang efektif khususnya untuk penyusunan kebijakan.

A : Wah begitu ya? Tetap bisa mengaplikasikan ilmu-ilmu ketika masih kuliah. Dan setuju, tidak hanya substansi tapi cara berpikir dan metode menyusun atau merumuskan sesuatu melalui berbagai perspektif secara tidak langsung kita pelajari di perkuliahan.

N : Ya. Secara garis besar disiplin ilmu ini Menarik. Kita cukup ambil kuliah PWK tapi secara tidak langsung kita belajar manajemen, sosiologi, psikologi, arsitektur, geologi, geografi, ekonomi, ekonomi pembangunan bahkan legal drafting, ilmu pemerintahan walaupun tidak mendalam namun kita belajar menjadi orang yang melihat suatu masalah atau kejadian dari berbagai sudut pandang, tidak kaku dalam berfikir.

Bermanfaat. Secara lebih fokus ke dasar “perencanaan” kita bisa menjadikan ilmu ini bukan hanya untuk pekerjaan atau penataan kota saja tetapi juga menjalankan kehidupan sehari-hari kita, prinsip perencanaan sangat bermanfaat.

Penting. Kenapa penting, karena ini basic ilmu yang kudu dipunya orang yang mau membangun suatu wilayah, saya rasa setiap pemimpin ga Cuma wajib belajar hukum, ekonomi, ilmu pemerintahan tapi juga planologi.

A : Walaupun pekerjaan sekarang tidak terlalu berkaitan dengan PWK tapi ternyata sense PWK Nindya boleh juga. Hehehe … Lalu apa rencana ke depannya nih?

N : Dulu sebelum kerja di pemerintahan saya tergila-gila dengan perencanaan kawasan khusus seperti wisata dan kawasan cagar budaya. Saya selalu merasa bahwa kawasan seperti itu special dan butuh treatment khusus jadi penuh tantangan dalam pengerjaanya. Rencana kedepan, saya ingin kuliah lagi tapi masih bingung, masih “egois” untuk ambil S2 planologi yang dirasa kurang bisa “klik” sama dunia kerja atau mungkin kebijakan publik atau keduanya. Hehehhe. Selain itu, pengen kuliah bareng suami ke luar negeri mungkin Belanda keliatan asik. Hehehe …

A : Waaah semoga lancar ya rencananya. Kalau untuk disiplin ilmu PWK dan Planner, apa harapan Nindya?

N : Planologi itu LUAS. Sehingga semoga menjadi ilmu yang dikenal dan dipahami sebagai ilmu yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Membayangkan Planner menjadi salah satu cita-cita yang disebutin anak-anak pas ditanya cita-cita mereka selain dokter dan polisi. Hehe …

Jadi planner yang kerja untuk manfaat orang banyak bukan untuk cari uang (sekalipun kita hidup memang butuh uang). Kerja bener, jadi planner yang baik insya Allah rejeki udah ada yang atur.

A : Ada pesan untuk para calon-calon Planner yang saat ini masih kuliah? 😀

N : Tidak ada salahnya mroyek, toh bisa membuka link kita, menambah list pengalaman kerja dan apalagi dapat tambahan uang saku. Tetapi kita harus paham prioritas utama kita adalah kuliah, mengerjakan tugas dan mroyek adalah kerja “sambilan” atau “sampingan”, jangan sampai waktu kita mroyek lebih besar sampai melupakan prioritas kita. Pinter-pinter bagi waktu saja, karena perkuliahan dan tuga di PWK sudah sangat menyita waktu.

Jadiin kebiasaan untuk melakukan studi kasus. Diskusi. Ngobrol. Jalan-jalan. Karena masalah “ke-PWK-an” bisa kita temuin dimana saja.

Ingat pepatah ilmu akan semakin banyak kalau dibagi, akan semakin sempit kalau disimpan sendiri, Kunci dari sukses kuliah di PWK adalah banyak sharing dengan teman, dosen. Bangun kerja tim yang baik karena di PWK banyak kerja tim, semakin mudah kita bekerjasama makin memudahkan pekerjaan kita di perkuliahan. Jangan bosen baca, karena ilmu PWK ga bakalan habis dipelajari baik praktisnya maupun teorinya (saya mengaku yang tidak begitu banyak membaca dan sedikit menyesal karena itu hehehe).

Dan jangan lupa, rajin cari informasi. Terus update ilmu diri ga harus ilmu planologi karena kita tidak pernah tau rejeki kita kedepan bagaimana.

A : Makasih banget ya diskusinya. Ternyata kuliah di PWK itu juga salah satu kunci untuk menjadi pembuka pintu kita tentang apa yang bisa kita kontribusikan kepada masyarakat. Tidak ada yang sia-sia asal sungguh-sungguh … Okee … Terima kasih ya Nin buat waktunya. Sukses buat karir Nindya kedepannya…

N : Aamiin … Sama-sama

Nah, demikian sedikit wawancara kami dengan Nindya. Ternyata pilihan untuk menempuh bidang keahlian Urban Planner tidak hanya memberikan benefit dari sisi ilmu merencanakan saja, tapi mempelajari perspektif yang dapat kita aplikasikan juga untuk kehidupan sehari-hari. Dari perbincangan tersebut, Nindya memulai untuk “menerima” “doktrin” ilmu PWK dengan tanpa bayangan prospek ke depan seperti apa, namun selama menjalani hingga saat ini tidak ada kekhawatiran dan keraguan dari Nindya untuk tetap berkarya di bidang PWK. Walaupun saat ini keilmuan tersebut tidak begitu diaplikasikan, namun perspective dan sense of urban planner untuk membantu memecahkan persoalan dari berbagai sudut pandang sangat bermanfaat dalam dunia kerjanya. Apa yang sudah dicapai Nindya tentu adalah hal luar biasa, dan cukup menjadi bukti bahwa penerimaan terhadap Urban Planner entah di dunia praktisi maupun birokrasi memiliki porsi tersendiri. Di dunia planologi Urban Planner juga memiliki ajangnya sendiri untuk berkontribusi, terbukti dengan tingginya kebutuhan tenaga ahli di bidang PWK untuk terlibat dalam kegiatan pembangunan, so, porsinya ngga ada yang gantiin..*narsis dikit. Di dunia di luar PWK, ilmu ini juga tetap kita bawa, karena tujuan dari Planologi adalah meng-create, me-manage, kondisi yang lebih baik dengan metode-metode yang secara tidak sadar menjadi dasar berpikir kita untuk mengelola persoalan. So, prospektiflah! Tinggal kitalah yang menentukan atas apa yang hendak kita jalan. Konsisten dan yakin apa yang kita pelajari banyak manfaatnya … yak kan? 😀 Sukses ya alumni !

BIODATA

Nindya

Nama Lengkap : Nindya Ayu Wardani

Tempat/Tanggal Lahir : Surakarta/9 Oktober 1988

Alamat Asal : Karangasem RT 04/ RW 01, Laweyan, Surakarta

Domisili : Jalan Rawamangun Utara Gang 3, RT 01/ RW 11, Jakarta Pusat

Hobi : Jajan

Riwayat Pendidikan : S1 Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Sebelas Maret Angkatan 2007

Riwayat Pekerjaan :

  1. Asisten Tenaga Ahli Planologi CV. Wisanggeni Malang (2011-2014)
  2. Analis Batas Antar Daerah, Direktorat Wilayah dan Perbatasan, Kementerian Dalam Negeri (Februari 2014 – Maret 2015)
  3. Pengelola Data dan Laporan Subdit Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat, Direktorat Dekonsentrasi, Tugas Pembantuan dan Kerjasama, Kementerian Dalam Negeri (Maret 2015 – Sekarang)

Riwayat Organisasi :

  1. Sekretaris IKA PERWITA UNS

Wanna get more informations? Contact her by email on niend_h2k@yahoo.com.

Review Buku Architectural Research Methods : Second Edition

9780470908556_cover.indd

What ?

Buku ini merupakan panduan bagi siapapun yang ingin melakukan penelitian terkait aspek lingkungan terbangun (ruang, bangunan, permukiman, pusat kota). Pada buku ini juga dijelaskan sejarah dari penelitian arsitektur sehingga pembaca dapat lebih memahami perkembangan serta hakikat penelitian dalam bidang arsitektur. Materi yang disajikan dalam buku ini disusun secara sistematis berkaitan dengan bagaimana informasi dikategorikan, dianalisa dengan menggunakan contoh kasus, dan disajikan sehingga mudah dipelajari. Berikut gambaran bab-bab yang ada dalam buku ini :

  • Bab 1 merupakan gambaran garis besar tentang isi dari buku ini
  • Bab 2 berisi contoh kasus yang dapat dijadikan bahan diskusi
  • Bab 3 membahas mengenai eksplorasi strategi riset yang terdiri atas dua bagian utama. Pertama adalah paradigma yang digunakan, kedua pembahasan mengenai aliran-aliran pemikiran dalam metode penelitian
  • Bab 4 fokus kepada pembahasan mengenai berbagai tujuan studi sebagai pijakan awal emmbuat desain penelitian
  • Bab 5 memberikan contoh berbagai literatur yang dapat dijadikan rujukan dalam penelitian
  • Bab 6-12 mulai membahas masing-masing metode penelitian seperti kualitatif, historis, korelasional, dan lain sebagainya

Why ?

Mengapa buku ini dapat menjadi rujukan dalam menyusun desain riset? Karena buku ini disusun secara komprehensif. Tidak hanya tepat digunakan oleh orang-orang yang terbiasa dengan penelitian, namun juga bisa digunakan sebagai permulaan bagi orang-orang yang baru akan memulai proses penelitian. Karakteristik masing-masing metode penelitian dibahas secara mendalam lengkap dengan penerapannya.

Who ?

Lalu kepada siapa buku ini perlu dibaca dan dijadikan rujukan? Pertama Mahasiswa program magister dan doktoral di bidang arsitektur. Kedua Peneliti di bidang arsitektur atau berkaitan dengan arsitektur. Ketiga Mahasiswa tingkat akhir program sarjana dan magister di bidang arsitektur. Keempat Para praktisi bidang arsitektur. Akhirnya kepada siapapun yang ingin mempelajari mengenai penelitian di bidang aristektur.

Sepuluh Kota Yang Membangun Kembali Sungainya

Sebagaimana teknologi dan infrastruktur telah berkembang di masa ini, sungai sudah dianggap tidak penting lagi dan cenderung terlupakan. Berikut sepuluh kota yang telah membangun kembali sungai sebagai bagian dari kota tersebut :

1. Seoul, Korea Selatan – Cheonggyecheon River Project oleh SeoAhn Total Landscape, selesai pada tahun 2005

Cheonggyecheon-Still waterSebelum menjadi ruang publik pada tahun 2005, Sungai Cheongycheon merupakan sebuah sungai yang kotor, penuh polusi dan dikelilingi oleh bangunan-bangunan tinggi. Pembangunan kembali sungai sepanjang 11 kilometer tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas sungai itu sendiri, namun juga memberikan cara bagaimana masyarakat berinteraksi dengan sungai tersebut.

Pada pinggiran sungai dibangun pedestrian walk dengan berbagai aktivitas diatasnya. Perbedaan ketinggian muka air sungai sepanjang tahun pun diperhatikan, selain itu sungai ini dapat disimbolkan sebagai harapan untuk penyatuan Korea Utara dan Korea Selatan di masa depan.

2. Ljubljana, Slovenia, – proyek regenerasi Sungai Ljubljanica, oleh BB arhitekti, Atelier arhitekti, Urbi, Atelje Vozlič, Dans arhitekti, Trije arhitekti and Boris Podrecca. , selesai pada tahun 2011

ljubljanaPada awal abad ke 20, pinggiran Sungai Ljubljanica telah mengalami penurunan kualitas akibat infrastruktur yang telah dimakan usia. Sungai ini mengalir langsung menuju pusat kota tua dan penurunan kualitas sungai tersebut mulai memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sekitarnya.

Menyadari resiko tersebut, dewan kota menginvestasikan 20 juta Euro untuk merevitalisasi Sungai Ljubljanica serta membangkitkan kembali manfaat yang telah lama dilupakan dari sungai itu. Hasilnya pusat kota dihidupkan kembali, tambahan ruang publik di tepi sungai, dan mampu mengurangi kecenderungan timbulnya urban sprawl.

3. Madrid, Spanyol, Sungai Manzanares, RIO Madrid project oleh West 8, selesai pada tahun 2011

madrid-rc3adoSebelum selesai pada tahun 2011, Sungai Manzanares diapit oleh jalan tol pada kedua sisinya. Akses menuju sungai ampir tidak mungkin dan kepentingannya dikorbankan demi kepentingan kendaraan bermotor.

Proyek ini bernilai 280 juta Euro untuk menutup jalan tol, membangun ruang publik, taman, jembatan, sebagai bagian membangun kembali citra sungai serta membangun sebuah koneksi dengan kota itu sendiri. Hal ini terbukti meningkatkan kualitas hidup pada area di sekeliling sungai tersebut, bahkan menjadi daya tarik bagi masyarakat Kota Madrid.

4. Paris – transformasi tepi Sungai Seine – “Berges de seine”

5724-LES-BERGES-DE-SEINEParis merupakan salah satu kota terpadat dengan banyak cagar budaya yang dilindungi oleh UNESCO pada tepian Sungai Seine. Pada tahun 1960-an, tepian Sungai Seine diperuntukkan eksklusif bagi mobil. Hingga pada tahun 2001, pemerintah kota memutuskan sebuah cara untuk menarik penduduk Kota Paris kembali beraktivitas dekat dengan sungai seperti masa lalu.

Langkah pertama dengan membuat jalur tertutup di sepanjang pinggiran Sungai Seines dan merubahnya menjadi ruang publik dalam waktu satu bulan. Seiring berjalannya waktu, proyek ini berjalan dengan baik, hingga di tahun 2012 pemerintah kota menutup area yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor untuk dijadikan ruang publik permanen. Dengan demikian warga kota Paris dapat berinteraksi dengan sungainya dan menambah nilai dari cagar budaya yang ada disana.

5. Sungai Tanghe, Kota Qinhuangdao, Provinsi Hebei, China, The Red Ribbon Park oleh Turenscape, selesai pada tahun 2008

tangheDalam proyek ini, tepian sungai tidak berubah akibat industri melainkan dilestarikan dari pertumbuhan pesat pembangunan perkotaan dan memberikan kehidupan baru dengan campur tangan yang sangat sedikit. Pembuatan The Red Ribbon Park tiba tepat waktu untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan ruang publik.

Awalnya merupakan sebuah area lingkungan alam yang sangat kaya meskipun tidak dapat diakses dan berbahaya jika dimanfaatkan untuk rekreasi. Bahkan sempat dijadikan area pembuangan sampah.

Sejak selesai pada tahun 2008 penduduk sekitar taman telah berpindah dan penduduk memiliki tuntutan yang lebih tinggi akan pemeliharaan kualitas lingkungan alam . The Red Ribbon Park merespon dengan baik tuntutan alam dan masyarakat untuk memberikan tempat bagi mereka sehingga dapat berinteraksi dengan aman.

6. Lyon, Prancis – Sungai Rhone redevelopment project, oleh In Situ Architectes Paysagistes, selesai pada tahun 2007

rhoneSejarah Rhone River mirip dengan Sungai Bordeaux Garonne, dikuasai oleh industri mobil dan pelabuhan di masa lalu. Pada tahun 2003, dewan kota meluncurkan sayembara untuk mencari cara membuat tempat di sepanjang sungai yang dapat menarik orang lebih dekat dengan alam dan berhubungan dengan sungai serta menjadi tempat berkumpul yang menawarkan berbagai kegiatan. In situ Architectes Paysagistes mengembangkan sebuah usulan untuk pembangunan kembali ruang parkir dan jalan tol sepanjang lima kilometer ke dalam sebuah lanskap mewah yang mengintegrasikan berbagai kegiatan selama ini.

Proyek ini selesai pada 2007 dan langsung menjadi tempat favorit bagi penduduk Lyon serta mampu menghubungkan kota ke sungai dan menciptakan hubungan baru dengan Sungai Rhone.

7. Bordeaux, Prancis – restorasi tepian sungai sebelah kiri dari Sungai Garonne oleh Michel Courajoud, selesai pada tahun 2009

garonneSeperti banyak dari kota-kota dalam daftar ini, tepi Sungai Garonne Bordeaux sebelumnya dikhususkan untuk industri. Di tepi sungai sebelah kiri Sungai Garonne pada tahun 1700-an, “Port de la Lune ” terletak bersama-sama sepanjang 4,5 kilometer berdekatan dengan industri di sepanjang sungai tepat di sebelah pusat kota. Pada awal abad ke 20, kegiatan industri ditinggalkan dan dialihfungsikan sebagai tempat parkir.

Pada tahun 2005 daerah bekas industri ini tidak memiliki rasa ruang atau makna. Pemerintah kota melihat potensi untuk mengubahnya menjadi ruang publik yang vital untuk menjadikan sungai kembali ke kota dan orang-orang kembali ke sungai. Inti dari proyek ini adalah pertama pembangunan trem dalam rangka untuk menyediakan lebih banyak ruang bagi pejalan kaki di sepanjang tepian sungai. Setelah hal itu dicapai, Walikota Bordeaux ingin membuat koneksi dari sungai ke lingkungan yang berdekatan serta tepian seberang dari sungai. Dia memilih proposal dari Michel Courajoud yang bertujuan untuk menjaga citra pelabuhan pada rancangan desain baru yang dicapai dengan menjaga unsur pelabuhan tua ke dalam desain tersebut. Detail proyek dapat dilihat disini.

8. Moscow, Russia – Moskva riverfront regeneration project oleh Project Meganom consortium 2015

Dalam pencarian untuk memberikan kualitas hidup yang lebih baik, Moskow mulai mengikuti contoh kota-kota lain dalam menemukan kembali nilai tambah sungai sebagai bagian dari ruang publik kota. Langkah pertama mencapai hal itu adalah dengan memperkenalkan kembali sungai sebagai ruang publik. Langkah selanjutnya adalah membawa kehidupan Moskow ke sungai disesuaikan dengan proyek pemenang kompetisi internasional 2015. Meganom Proyek konsorsium mengusulkan program untuk regenerasi seluruh sungai di Greater Moskow dalam rangka menciptakan jalur hijau bagi masa depan ibukota. Proyek ini terdiri dari penciptaan ruang publik sepanjang sungai, pengembangan pariwisata dan transportasi air melalui lokasi pelabuhan yang menghubungkan ke permukiman.

9. Singapore, Sungai Kallang – Bishan Park oleh Atelier Dreiseitl, selesai pada tahun 2012

kallangProyek untuk mengubah taman Sungai Kallang muncul dari keharusan untuk menemukan kapasitas daya tampung yang lebih besar dari Sungai Kallang yang disalurkan tetapi juga dari inisiatif kota untuk memperkaya fungsi drainase kanal. Proyek ini merupakan bagian dari ” ABC Water ” – yang berarti dari Active, Beauty, Clean Water, bertujuan untuk menciptakan ruang pertemuan komunitas dinamis serta menampung fungsi drainase sungai pada waktu yang sama.

10. New York, Muara Sungai Hudson – Rebuild by Design, the Dryline (BIG U), by BIG, dalam proses pembangunan

Alasan bagi New York untuk memikirkan kembali hubungan dengan muara Sungai Hudson didasari oleh tidak hanya kebutuhan untuk ruang publik dan jarak yang dekat dengan perairan, tetapi juga efek perubahan iklim yang sangat dirasakan karena badai Sandy. Tim desain BIG memenangkan kompetisi internasional pada tahun 2014 dalam mencari solusi tangguh untuk melindungi New York dari risiko meningkatnya banjir akibat perubahan iklim.

Proposal mereka adalah kombinasi yang menakjubkan dari proyek yang disebutkan di atas, tetapi dengan tambahan akan perlindungan banjir. Solusi mereka menggabungkan 12 kilometer ” infrastruktur sosial ” untuk menciptakan ruang untuk kegiatan serta ruang publik yang dekat dengan sungai yang dirancang sebagai dinding perlindungan banjir ganda untuk bencana di masa depan.

(sumber)

Sepuluh Program Terbaik Pascasarjana Perencanaan Wilayah dan Kota di Amerika Serikat

urban HDKota harus mampu beradaptasi dengan perubahan. Sarana pendidikan, Ruang Terbuka Hijau, sarana kesehatan, infrastruktur dan drainase adalah aspek yang tak dapat dihilangkan dalam sebuah kehidupan perkotaan. Dalam mengembangkan serta mengimplementasikan aspek-aspek tersebut, terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan. Sebuah kota wajib memastikan keamanan bagi penduduknya sembari memenuhi kebutuhan hidup mereka yang terus tumbuh. Lingkungan sekitar pun wajib diperhatikan. Seoran perencana kota dan wilayah harus memiliki kemampuan yang baik, berwawasan luas, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap perencanaan pembangunan sebuah kota.

Dalam upaya mencapai hal tersebut maka hal pertama yang harus dilakukan oleh seorang perencana kota adalah meningkatkan ilmu pengetahuannya, dengan kata lain aspek pendidikan. Pendidikan lebih lanjut mampu mengakomodasi kebutuhan ilmu pengetahuan dan kemampuan dimana dua hal tersebut merupakan kunci dalam perencanaan kota yang berhasil.

Berikut daftar 10 program terbaik pascasarjana bidang perencanaan wilayah dan kota di Amerika Serikat :

10. University Of North Carolina – Chapel Hill

North CarolinaThe Department Of City and Regional Planning di University Of North Carolina Chapel Hill didirikan pada tahun 1946 merupakan salah satu yang tertua, terbesar dan dikenal di Amerika Serikat. Pendekatan yang umum digunakan adalah penekanan pada social science dan merupakan pelopor dalam penggunaan pendekatan ini di bidang perencanaan wilayah dan kota.

The Department Of City and Regional Planning menawarkan program dengan kurikulum dan spesialisasi yang beragam termasuk perencanaan negara berkembang, pengembangan real estate, analisis dan sejarah kebijakan publik, perencanaan lingkungan, serta desain dan pelestarian kawasan terbangun. Program master dapat diselesaikan dalam waktu dua tahun. Spesialisasi yang dapat dipilih antara lain community development, pengembangan ekonomi, perencanaan lingkungan, perencanaan transportasi, serta perencanaan dan desain tata guna lahan. Program Dual Degree mengkombinasikan lingkup studi dengan bidang yang relevan dalam proses perencanaan seperti bisnis, administrasi publik, pelayanan kesehatan umum, dan hukum yang dapat memperkaya wawasan dalam menghadapi kompleksitas perencanaan. Kurikulum yang ditawarkan adalah studi teori, teknik dan metodologi, serta problem solving workshop dan tugas akhir.

9. University Of California – Berkeley

berkeleyThe Department Of City and Regional Planning di University Of California Berkeley didirikan pada tahun 1948 selalu berupaya memajukan dan menyebarkan pengetahuan tentang perencanaan melalui riset dan pelayanan. Jurusan ini juga merupakan salah satu yang tertua, terbesar dan dikenal di Amerika Serikat.

The Department Of City and Regional Planning di University Of California Berkeley menawarkan program master yang dapat diselesaikan dalam waktu dua tahun atau program PhD. Program master menyediakan lima konsentrasi yakni perencanaan dan kebijakan transportasi, perumahan. pengembangan ekonomi dan komunitas, urban design, perencanaan tata guna lahan, serta perencanaan dan kebijakan lingkungan. Program Dual Degree dengan Department of Architecture, arsitektur lansekap, serta hukum dan perencanaan lingkungan jugab ditawarkan disini. kurikulum disiapkan guna membentuk lulusan yang kritis melalui studi intensif pada teori, sejarah, serta praktek.

8. Massachusetts Institute Of Technology

Massachusetts-Institute-of-Technology-LogoThe Department Of Studies and Planning di Massachusetts Institute Of Technology berada di dalam School Of Architecture and Planning. Didirikan pada tahun 1933, jurusan ini berkomitmen untuk memajukan dunia dengan sumbangsih ilmu dan kemampuan dalam membentuk dan mengimplementasi desain kota yang aman dan efektif yang dapat meningkatkan kualitas hidup penghuninya serta menjamin keberlanjutan sumber daya alam. Untuk mencapai hal tersebut, menyadari model kepemimpinan yang baik dari pemerintah sangat ditekankan.

Program master selama dua tahun merupakan program studi individu dengan bimbingan dari pembimbing fakultas. Ada empat area konsentrasi yang dapat dipilih yaitu pengembangan dan desain kota, perencanaan dan kebijakan lingkungan, international group development and housing, serta pengembangan ekonomi dan komunitas. Sebelum mengambil kurikulum lanjut, diwajibkan terlebih dahulu mengambil kurikulum perkenalan. Kurikulum lebih lanjut berisi pemahaman komprehensif yang akan membantu dalam mengembangkan teknik kemampuan berpikir analitis.

7. Cornell University

tumblr_static_cornell_logo_newThe College of Architecture, Art and Planning di Cornell University telah memiliki reputasi sebagai program berkualitas tinggi serta fleksibel. Dedikasi serta kepakaran civitas akademika-nya mampu memberikan kesempatan memperoleh pengalaman langsung di lapangan sebagai bidang yang diminati. Jurusan ini sangat menekankan kepada keharmonisan antara bidang akademis dan penerapannya secara langsung.

Banyak pilihan yang disediakan pada jurusan ini. Program Master of Regional Planning in City and Regional Planning atau Program Master of Arts in Historic Preservation Planning. Joint Degree juga ditawarkan pada bidang arsitektur, arsitektur lansekap, hukum atau real estate. Kurikulum disusun untuk membekali lulusan dengan kemampuan serta cara berpikir analisis untuk memahami penyebab kesenjangan sosial, kerusakan lingkungan, dan penurunan ekonomi. Area konsentrasi yang tersedia adalah perencanaan tata guna lahan dan lingkungan, perencanaan  pembangunan ekonomi, serta studi internasional di bidang perencanaan.

6. Rutgers University

rutgersThe Edward J Bloustein School of Planning and Public Policy di Rutgers University didirikan pada tahun 1967 dan merupakan penyumbang utama di dunia perencanaan internasional. Jurusan ini berkomitmen di bidang riset dan pendidikan dengan penekanan pada pentingnya serta etika tanggung jawab pelayanan umum.

Program yang ditawarkan sangat bervariatif di bidang perencanaan. Program Master of City and Regional Planning dan program Master of City and Regional Studies merupakan program komprehensif yang terdiri atas praktek dan teori. Ada lima area konsentrasi yang dapat dipilih yaitu perencanaan fisik dan lingkungan, perumahan dan real estate, perencanaan pembangunan internasional dan wilayah, perencanaan dan kebijakan transportasi, serta urban and community development. Kurikulum termasuk coursework di bidang metodologi, sejarah, pembangunan ekonomi, kebijakan sosial, urban design, serta pengembangan tenaga kerja dan tata guna lahan. Joint Program dan Dual Degree juga ditawarkan yaitu Master of City and Regional Planning and Juris Doctor degrees dan Master of City and Regional Planning and Master of Science in Agricultural Economics.

5. University Of Illinois – Urbana-Champaign

UIUC_Logo_University_of_Illinois_at_Urbana-ChampaignThe Department of Urban and Regional Planning di University Of Illinois Urbana-Champaign dimulai hanya sebagai course dari Landscape Architecture Division pada tahun 1913 dan akhirnya berkembang menjadi jurusan sendiri serta merupakan salah satu yang tertua, terbesar dan dikenal di Amerika Serikat. Jurusan ini menekankan kepada pemahaman imbas dari pengembangan kota dan wilayah terhadap aspek ekologikal dan sosial ekonomi. Aspek desain pun tak luput dari perhatian jurusan ini.

Jurusan ini menawarkan Program Bachelor dan Program Master of Arts in Urban Planning dan Program Doctor of Philosophy in Regional Planning. Siapapun yang mengikuti program Master akan dibekali dengan kemampuan serta ilmu pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin di bidang perencanaan. Coursework yang ada merupakan lintas disiplin ilmu dan merupakan interpretasi pandangan terhadap permukiman penduduk serta teori dan sejarah perencanaan. Disini akan dipelajari perencanaan fisik, teori dan sejarah perkotaan, analisis kota dan wilayah, desain survei dan analisis, ekonomi bagi perencana, serta hukum dan perencanaan. Spesialisasi yang diharapkan berkembang adalah pengembangan komunitas yang berkeadilan sosial, Geographic Information System dan analisis, perencanaan tata guna lahan dan transportasi, pengembangan ekonomi lokal dan regional, serta desain yang berkelanjutan dan pengembangan.

4. Harvard University

harvardThe Department of Urban Planning and Design dalam Graduate School Of Artand Science di Harvard University adalah yang pertama kali didirikan. Sejak didirikan tahun 1923, dapat dikatakan Harvard University adalah yang terbaik di bidang studi perencanaan wilayah dan kota. Program ini terfolus pada pentingnya peran seorang perencana dalam mengembangkan kawasan pribadi maupun umum, struktur dan infrastruktur, yang produktif dan merata.

Program Master in Urban Planning dapat ditempuh dalam dua tahun. Kurikulum disusun sedemikian rupa sehingga eksplorasi mendalam terhadap teori, sejarah, teknologi, serta permasalah desain kontemporer dapat tercapai. Courses yang ada diharapkan dapat membentuk kemampuan mendasar serta pengetahun yang dibutuhkan dalam mengembangkan serta mengimplementasi perencanaan yang merata dan desain yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa menimbulkan resiko bagi lingkungan atau perekonomian. Area konsentrasinya adalah pembangunan perumahan dan permukiman, pengembangan real estate dan perkotaan, transportasi dan infrastruktur, serta urban design. Program ini telah diakreditasi oleh  Planning Accreditation Board.

3. University Of Pennsylvania

pennThe Department of City and Regional Planning di University Of Pennsylvania atau dikenal juga dengan PennPlanning, merupakan salah satu jurusan perencanaan kota terbaik. Semua dimulai pada tahun 1900 ketika Jurusan Arsitektur pertama kali dibuka dan akhirnya berkembang menjadi perencanaan kota. The University Of Pennsylvania berkomitmen untuk selalu menyediakan program yang relevan dengan perkembangan terbaru agar lulusannya dapat memiliki kemampuan serta pengetahuan termutakhir.

The Master of City Planning Degree dapat diselesaikan dalam waktu dua tahun. Hal-hal yang dipelajari adalah urban design, pengembangan ekonomi dan komunitas, perencanaan lingkungan dan tata guna lahan, revitalisasi perkotaan, perencanaan permukiman, pembangunan berkelanjutan, serta perumahan dan transportasi. Kurikulum yang disusun termasuk sejarah, teori, hukum, dan metode. Program Dual Degree juga ditawarkan di arsitektur lansekap, hukum, kerja sosial, pelestarian sejarah dan arsitektur. Program ini juga telah diakreditasi oleh Planning Accreditation Board.

2. University Of California – Los Angeles

1024px-The_University_of_California_UCLA.svgThe Department of Urban Planning berlokasi di The School of Public Affairs pada University Of California – Los Angeles. Didirikan tahun 1994, jurusan ini tergolong masih baru namun memiliki kualitas yang sangat baik. The Department Of Urban Planning di University Of California – Los Angeles dianggap merupakan jurusan paling dikenal di Amerika Serikat.

Program Master of Planning dapat diselesaikan dalam waktu dua tahun dan telah diakreditasi oleh Planning Accreditation Board. Program ini mengharapkan lulusannya dapat menunjukkan aspek sosial ekonomi perencanaan namun tidak melupakan hubungan spasialnya. Pilihan area konsentrasi yang tersedia yakni pengembangan komunitas dan perumahan, pembangunan dan desain, kebijakan dan analisis lingkungan, pembangunan regional dan nasional, serta perencanaan dan kebijakan transportasi. Program Joint Degree memungkinkan untuk menyelesaikan dua program sekaligus di bidang perencanaan.

1.University Of Southern California

south californiaThe School of Policy, Planning and Development di University Of Southern California berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup orang di seluruh dunia melalui program-program berkualitas tinggi dan proyek-proyek penelitian untuk mencari solusi atas masalah yang paling mendesak saat ini. University Of Southern California menyediakan program antar disiplin ilmu yang menjamin lulusannya mencapai pemahaman yang komprehensif tentang bidang perencanaan serta banyak bidang lain yang secara substansial mempengaruhi perencanaan.

Pada jurusan ini, lulusannya telah terlatih untuk mempertimbangkan dan mencari solusi atas isu yang paling penting dalam perencanaan kota, mulai dari menentukan jenis layanan yang dibutuhkan, efek struktur dan infrastruktur pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat, keberlanjutan masyarakat, serta sumber daya dan dampak ekonomi. Lima konsentrasi yang dapat dipilih adalah pembangunan ekonomi, pelestarian dan desain lingkungan binaan, perencanaan sosial dan masyarakat, perencanaan tata guna lahan yang berkelanjutan, serta perencanaan infrastruktur dan transportasi. Program ini telah diakreditasi oleh Planning Accreditation Board.

(sumber)

Ika Perwita UNS: Dari Ide Sederhana, Proses Panjang, dan Harapan Bersama (Sejarah Berdirinya Ika Perwita UNS)

DSC_0130

Ketua Ikatan Alumni PWK UNS Periode 2015-2018, Ogi Dani Sakarov, bercerita tentang awal mula berdirinya IKA Perwita UNS dalam sebuah wawancara singkat dengan Alumnipedia. Beliau bercerita banyak mengenai bagaimana proses berdirinya organisasi ini dari awal hingga saat ini. Berikut hasil wawancara yang telah berhasil dihimpun oleh Alumnipedia :

Alumnipedia : Alumni Universitas Sebelas Maret Surakarta telah memiliki wadah ikatan alumni, kenapa teman-teman PWK (Perencanaan Wilayah Kota-red) UNS terpikirkan ide untuk membentuk ikatan alumni prodi PWK UNS?

Ogi : Sebenarnya simpel, kita butuh wadah untuk berbagi (#asiik). Berbagi segala macam yang kami ketahui terkait dengan apapun yang bermanfaat untuk para alumni dan juga civitas akademika. Kami (angkatan 2006, 2007) termasuk mahasiswa generasi awal yang masuk ke prodi PWK UNS ini. Sangat terasa sekali dalam berbagai aktivitas kemahasiswaan kami memulai semuanya dari awal, termasuk dalam mencari referensi perkuliahan, tugas akhir ataupun ketika mencari tempat untuk kerja praktik. Hal ini cukup menyusahkan karena kami belum memiliki channel atau relasi alumni dimanapun atau bahkan sekedar bagaimana ‘wujud’ dari sebuah tugas akhir yang baik. Pun ketika mendekati masa kelulusan, beberapa dari kami masih agak khawatir apakah bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang keahlian kami. Setelah hampir sepuluh tahun prodi PWK UNS ini berdiri, tentu telah meluluskan sekian banyak mahasiswa yang telah berkarir di berbagai bidang, instansi pemerintah, konsultan perencana, institusi pendidikan dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tentu ini adalah sebuah kebanggaan dan patut untuk diapresiasi dan akan sangat baik apabila capaian ini bisa diikuti oleh generasi yang akan datang. Atas dasar itulah, kami sebagian alumni berinisiasi membentuk sebuah wadah alumni yang harapannya bisa bermanfaat bagi semua. Dengan wadah ini kami bisa bertukar informasi, saling membantu dalam berbagai hal, atau mewujudkan impian yang sama untuk menjadi perencana yang sukses. Dengan wadah ini kami bisa mengorganisir diri, melakukan berbagai hal dengan lebih terstruktur sehingga dapat memberikan kemanfaatan maksimal bagi semua.

Alumnipedia : Mohon diceritakan awal ide untuk merealisasikan ikatan alumni PWK UNS bermula, kapan, dan siapa saja yang ikut menggagas?

Ogi : Sebenarnya berawal dari obrolan sederhana ketika bertemu sesama alumni dan juga chat di media sosial. Kami saling bertukar cerita terkait dengan pengalaman kerja, melanjutkan studi, mencari beasiswa, hingga adik-adik tingkat yang sering menanyakan pada kami terkait dengan bagaimana mencari pekerjaan, tips mendapat beasiswa S2 bahkan ada yang bertanya tentang tugas akhirnya kepada kami (tertawa). Dari berbagai hal yang terakumulasi ini, salah satu ada yang berkata,“Kenapa kita tidak membuat wadah alumni saja? jadi kalau ada yang butuh informasi apapun dan bantuan alumni, ada pintu yang bisa dihubungi.“ Kira-kira sekitar akhir tahun 2013 ide ini muncul dan kami mulai untuk mencari tanggapan dari para alumni di masing-masing angkatan (melalui sarana-sarana diskusi di sosial media dan chat). Tentu saja, tidak semua alumni tertarik dengan hal seperti ini. Nah, dari beberapa alumni yang antusias ini, kami mulai mengorganisir diri untuk membentuk Tim Formatur Organisasi Alumni dan terbentuklah Tim Formatur Ikatan Alumni PWK UNS secara online. Bahkan hingga agenda Musyawarah Besar kami melakukan kerja-kerja Tim Formatur hanya dengan koordinasi online dan bertemu ketika hari H. Salut dengan kemauan keras Para tim Formatur.

Alumnipedia : Bagaimanakah proses yang telah dilalui hingga Ikatan alumni ini terbentuk? Siapa sajakah pihak yang terlibat?

Ogi : Tentu, dalam proses pembentukan ikatan alumni ini melibatkan semua alumni tiap angkatan mulai 2006 hingga 2010, dan juga civitas akademika, seperti dosen dan Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota May Virida (HMPWK May Virida). Sekitar tengah tahun 2014 datang dukungan dari pihak prodi dalam pembentukan organisasi alumni ini, karena keberadaan organisasi alumni dinilai mendukung dalam upaya peningkatan kualitas lulusan Prodi PWK UNS. Sekali kami bersilaturahim ke salah satu dosen PWK untuk meminta pendapat dan masukan terkait yang kami kerjakan dan beliau memberi beberapa arahan bagaimana menyelaraskan organisasi ini dengan aktivitas prodi baik perkuliahan ataupun aktivitas kemahasiswaan, semua saran kami jadikan masukan dan kami lanjutkan proses pembentukan. Setelah prasyarat berdirinya sebuah organisasi kami penuhi, kami sepakat untuk menggelar Musyawarah Besar ke 1, sebagai momen berdirinya organisasi alumni ini. Dengan bekerjasama dengan pihak HMPWK May Virida kami melaksanakan Musyawarah Besar di Ruang 201 Gedung 2 Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur UNS pada tanggal 28 Februari 2015. Dengan ini organisasi alumni PWK UNS resmi berdiri dengan nama IKA PERWITA UNS (Ikatan Alumni Perencanaan Wilayah dan Kota UNS).

Alumnipedia : Apakah kendala dan tantangan selama proses menuju terbentuknya Ikatan alumni? Dan bagaimana teman-teman penggagas dapat menyelesaikan permasalahan tersebut?

Ogi : Jelas kendala terbesar adalah momen untuk koordinasi, dan menyempatkan waktu untuk mengerjakan segala macam keperluan terkait kebutuhan berdirinya IKA (Ikatan Keluarga Alumni-red). Secara pribadi saya salut pada teman-teman pengurus IKA, dengan berbagai kesibukan yang dijalani masih bisa menyempatkan untuk menyelesaikan tugas – tugas yang kami bagi bersama dalam pembentukan IKA ini. Mungkin karena kendala waktu dan kesibukan inilah yang menyebabkan kami membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk menyelesaikan konsep dan perangkat organisasi. Selama ini, hampir 90% koordinasi, baik tim formatur atau pengurus yang baru terbentuk dilakukan secara online dengan media internet. Hal ini sangat membantu kami mengingat masing-masing anggota terpisah antar kota bahkan pulau dan provinsi. Mungkin ini juga semacam reunian online semua angkatan. Secara legalitas, karena kami organisasi eksternal kampus, jadi tidak ada ikatan secara struktural dengan kampus dan semua agenda ikatan alumni pada dasarnya diadakan secara mandiri. Namun secara kultural, jelas ada hubungan baik dengan keluarga besar prodi PWK, jadi sangat memungkinkan bagi kami untuk bekerjasama dengan pihak HMPWK May Virida misal dalam mengerjakan suatu program. Dan untuk komunikasi dengan pihak kampus, sejauh ini cukup baik dan saling membantu, semoga hubungan baik ini terus berjalan.

Alumnipedia : Pada Musyarawarah Pembentukan, anda terpilih menjadi Ketua Ikatan Alumni. Bagaimana rencana kerja anda selama periode kepengurusan ini?

Ogi : Ah iya. Mungkin seperti pepatah Jawa Usul Mikul (siapa mengusulkan dia yang mengerjakan-red) (tertawa) tapi ya tidak sepenuhnya seperti itu, karena disini saya dibantu banyak teman yang sama-sama berkeinginan mendirikan IKA jadi semua tugas terdistribusi merata. Pasca pembentukan, kami telah menyusun rancangan Garis Besar Haluan Kerja IKA, jadi pasti ke depan apa yang kami kerjakan dalam bentuk program-program bidang tidak keluar dari arahan tersebut. Kami baru saja selesai menyusun struktur kepengurusan dan telah melakukan koordinasi awal baik tiap bidang atau seluruh pengurus dan untuk beberapa waktu ke depan direncanakan untuk mendiskusikan dan menyusun program kerja masing-masing bidang/divisi sesuai lama krepengurusan selama 3 tahun. Karena kondisi alumni sangat berbeda dengan mahasiswa dengan begitu banyak waktu luang dan sumber daya, jadi kami perlu banyak belajar terkait dengan bagaimana cara komunikasi dan koordinasi yang efektif dan efisien. Begitu juga dalam pengelolaan sumber daya guna menjalankan program-program kami kedepan. Oleh karena itu, akan sangat baik jika dalam pengelolaan kegiatan IKA ini kami menggandeng sebanyak mungkin pihak lain agar berjalan efektif dan efisien dengan tetap mengacu paca visi misi dan arahan kerja.

Alumnipedia : Apa harapan untuk ikatan alumni ini, untuk periode kepengurusan sekarang dan untuk ikatan alumni kedepannya?

Ogi :

  • Kepengurusan ini adalah awal, memang memulai sesuatu adalah hal yang berat, namun menjaganya agar tetap berjalan adalah hal yang lebih berat. Semoga kepengurusan ini mampu bertahan hingga akhir kepengurusan nanti dan budaya ini bisa diteruskan oleh kepengurusan yang akan datang.
  • Menjadi alumni adalah status seumur hidup, jadi akan sangat memungkinkan bagi setiap alumni untuk terus berkontribusi di IKA ini.
  • Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah sebuah kebahagiaan, namun membentuk sebuah entitas yang berdayaguna tentu lebih baik dan mulia. Oleh sebab itu, dengan semangat “bermanfaat bagi sesama”, mari kita bangun entitas alumni PWK UNS ini menjadi entitas yang bermanfaat tanpa henti, meski kita para alumni telah menjalani berbagai profesi dan kesibukan lain, pasti ada yang bisa kita berikan kepada sesama. IKA ini ada untuk itu.
  • Ber-se-ma-ngat !!!! 😀